4 Cara Menahan Hawa Nafsu Di Bulan Puasa


===================================================================================

Bulan ramadadhan merupakan bulan yang penuh berkah yang allah berikan kepada umatnya dalam bentuk menahan haus, lapar, dan emosi.

Menahan hawa nafsu bukanlah hal mudah. Rasulullah pun mengatakan bahwa menahan hawa nafsu ialah jihad yang paling sulit dibandingkan melawan musuh.

Allah SWT mrmberikan bulan ramadhan sebagai bentuk pelatihan kepada umatnya supaya mengendalikan diri, mengendalikan hawa nafsu.


Pengertian Menahan Nafsu di Bulan Ramadhan

Menahan hawa nafsu pada saat bulan ramaadhan bukan hal yang mudah.  Tapi banyak yang salah arti hanya sekedar menahan makan dan minum. Tapi dibalik itu semua menahan hawa nafsu saat ramadhan mempunyai arti pengelolaan.

Hal ini Allah sampaikan dalam Al-Quran,

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS Al-Baqarah : 185).

Islam tidak melarang umatnya makan dan minum serta memenuhi kebutuhan lainnya. Akan tetapi, semua fitrah tersebut harus dilakukan dengan baik dan juga tidak berlebihan. Sering kali manusia banyak menyalahartikan hingga merasa tersiksa atas perintah Allah SWT.


Cara Menahan Hawa Nafsu Di Bulan Puasa

Menahan hawa nafsu bukanlah hal mudah. Rasulullah pun mengatakan bahwa menahan hawa nafsu ialah jihad yang paling sulit dibandingkan melawan musuh.

Untuk itu, nafsu tidak hanya mengandung, tetapi harus ditangani. Ini karena manusia tidak bisa menghilangkan nafsu mereka sebagai sifat yang diberikan oleh Allah SWT. Berikut adalah saran untuk dapat menahan nafsu di bulan Ramadhan.

1. Melakukan Aktifitas Produktif

Untuk menangani hawa nafsu, salah satu cara tidak dekat dengan hal-hal yang dapat melakukan hal yang membatalkan puasa. Untuk alasan ini, kita harus mengisi kegiatan dengan hal-hal yang produktif, tidak tetap diam, bermimpi atau pikiran kosong, terutama dekat dengan hal-hal yang membatalkan atau menghilangkan nafsu kita.

Melakukan kegiatan produktif kita dapat mentransfer nafsu. Apa yang kita pikirkan dan apa yang kita rasakan terganggu dengan fokus yang diubah.

2. Berkumpul dengan Orang-Orang Shaleh

Berkumpul dengan orang-orang Shaleh adalah sesuatu yang hampir tidak dapat mengkondisikan diri kita mengalihkan dorongan nafsu. Dengan berkumpul dengan orang-orang Shaleh, kita akan membahas, berinteraksi, dan melakukan kegiatan yang juga mengandung kebaikan.

Bersama-sama dengan orang-orang Shaleh, kita juga dapat meningkatkan hubungan moral dengan nilai-nilai iman, Islam, Ihsan, moral Islam, hubungan moral dengan iman, bagaimana meningkatkan moralitas dan memahami Tasauf Alhlaki melalui diskusi bersama.

Berkumpul dengan orang-orang Shaleh tentu mendorong kita dan lebih antusias untuk mengisi aktivitas kebaikan. Dengan mereka, kita juga akan mengingatkan satu sama lain dan kita akan melindungi diri kita dalam nilai-nilai Islam. Dengan cara ini, imoralitas atau nafsu pasti akan terhalang oleh kebersamaan dengan orang-orang Shaleh.

3. Lebih Baik Tidur Daripada Bermaksiat

Dalam hadis Nabi berkata ketika bulan Ramadhan tidur, seseorang bisa mendapatkan pahala untuk kebaikan. Ini tentu baik untuk menjauh maksiat. Tetapi dibandingkan dengan tidur, tentu saja, ibadah dan amalan yang produktif lebih baik.

4. Buat target selama bulan Ramadhan

Untuk dapat mengalihkan atau menahan hawa nafsu, kita harus membuat target selama bulan Ramadhan. Dengan target atau tujuan, kita perlu lebih fokus pada target dibandingkan dengan apa yang kita inginkan atau mendorong hawa nafsu yang datang.

Demikian terkait dengan menahan hawa nafsu selama bulan Ramadhan, Semoga kita menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa sampai hari akhir nanti, Aamiiin.

Posting Komentar

Terima kasih atas masukannya

Lebih baru Lebih lama