Puluhan Ribu Kader NU Padati Pantai Kuta Mandalika



​​Berbeda dengan hari-hari biasanya, bakda shalat Subuh di Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada Ahad (5/12/2021) dipenuhi ribuan orang. Mereka yang pria bersarung dan berpeci, yang perempuan berkerudung dan rok panjag. Semakin lama jumlah mereka semakin bertambah.

Bupati Lombok Tengah yang juga Ketua Tanfidziyah PCNU Lombok Tengah  Lalu Pathul Bahri dalam sambutannya berharap, semoga kegiatan ini bisa berdampak pada tegaknya paham Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja) sehingga Lombok Tengah semakin makmur dan sejahtera.

 

Turut hadir Mustasyar PBNU, Tuan Guru Haji Turmuzi Badarudin, KH Husnu Ma’ad Cholili, para ulama NU NTB, serta para instruktur nasional PKPNU.
Menariknya saat berlangsungnya apel, hujan turun. Namun para kader tetap mengikuti apel hingga selesai meski basah kuyup.


Sebagai informasi, para instruktur nasional dan rombongan melakukan ziarah ke makan Pendiri NU NTB, TGH Moch Shalih Hambali (Tuan Guru Bengkel), Tuan Guru Loban, Tuan Guru Moch. Faishol, Tuan Guru Tamimi. (Waki Ats Tsaqofi)
Ikrar kader

Pada acara silaturahim daerah (Silatda) dan Apel Kader Penggerak NU di Pantai Kuta Mandalika, para kader mengucapkan Ikrar Kader Penggerak yang dipimpin oleh KH Abdul Mun’im DZ diikuti puluhan ribu kader penggerak yang hadir.

Berikut adalah ikrar lengkap yang disampaikan

​​​​​​​
Bismillahirrahmanirrahim
Asyhadu an La ilaha Illa Allah, Wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.
Kami Kader Penggerak Nahdlatul Ulama se-Nusantara, prihatin terhadap keadaan yang terjadi di internal Nahdlatul Ulama, di tengah bangsa Indonesia dan juga berbagai persoalan yang terjadi di Dunia Internasional saat ini. Karena itu kami berikrar:


1. Terus berusaha menggerakkan NU dengan menata organisasi, memperkuat ideologi, dan memperkokoh sibghoh sebagai langkah menuju kebangkitan NU di Abad kedua, yang akan segera terjadi.
 

2. Kebangkitan NU merupakan momen penting bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama sendiri maupun bagi bangsa Indonesia, karena NU merupakan penjaga Ideologi Pancasila dan penyangga utama Negara Kesatuan Republik Indonesia.


3. Kebangkitan Indonesia merupakan tahapan penting bagi  Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Aswaja. Dengan demikian, Indonesia sebagai kekuatan Aswaja Dunia akan mampu berperan aktif dalam menciptakan keseimbangan, ketenteraman dan perdamaian dunia.
 

4. Karena itu kami menolak munculnya aliansi baru perlombaan senjata baik, senjata nuklir, senjata kimia, senjata biologi, dan senjata pemusnah massal lainnya, karena semuanya ini akan menghancurkan kemanusiaan, kelestarian alam, dan merusak perdamaian dunia. 
 

5. Dengan memohon petunjuk kepada Allah dan bertawakal pada Allah, kami para Kader Penggerak Nahldatul Ulama, akan terus berikhtiar demi kemaslahatan manusia, masyarakat, bangsa Indonesia, dan bangsa-bangsa seluruh dunia.

Demikian tekad ini kami ikrarkan dengan penuh kesungguhan, sepenuh hati, dan dengan segenap jiwa raga akan kami perjuangkan untuk mewujudkannya.

Posting Komentar

Terima kasih atas masukannya

Lebih baru Lebih lama