Ngeriii! Warga Asal Pangandaran Dapat Ancaman Santet!!!!

ILUSTRASI - Penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar menangkap seorang anggota jaringan pinjol ilegal jaringan Yogyakarta di Jakarta, Selasa (19/10/2021). Tersangka yang ditangkap memiliki jabatan cukup tinggi di jaringan pinjol tersebut. [Dokumentasi Polisi]

Maraknya pemberitaan mengenai polisi menangkapi jaringan pinjaman online ataupun pinjol ilegal rupanya tidak membuat jaringan pinjol lain gentar.

Jaringan pinjol ilegal diprediksi masih melaksanakan praktek penagihan utang pada nasabah mereka dengan cara- cara yang tidak manusiawi semacam melaksanakan pengancaman.

Seperti yang dirasakan seseorang masyarakat Pangandaran. Dia sering ditagih utang dengan metode diancam oleh debt collector pinjol ilegal.

Masyarakat Pangandaran korban pinjol ilegal tersebut berinisial R( 30). Masyarakat Kalipucang itu mengaku menemukan pesan yang berisi ancaman hendak disantet dari penagih utang pinjol.

Dia mengaku menemukan berbagai ancaman dari penagih pinjol selama 2 bulan terakhir ini.

“ Saya mendapat teror dari nomor tidak diketahui setelah melakukan pinjaman online,” ucap R Selasa( 26/ 10/ 2021).

BACA JUGA : ”Istana Di Gruduk Mahasiswa Dan Elemen Buruh

R menyebut, dikala awal dia jadi nasabah pinjol dia melaksanakan pembayaran hingga lunas.

Tetapi, berikutnya dia kandas membayar sebab telat satu hari.

“ Sehabis telat bayar satu hari, banyak nomor masuk melaksanakan dan meneror saya serta keluarga,” katanya.

Selaku nasabah, R malah balik emosi lantaran metode penagih hutang pinjol itu tidak sopan serta pakai ancaman segala.

ancaman bukan cuma ke individu R, tetapi ke seluruh anggota keluarganya.

“ Katanya istri saya mau diculik, rumah dibakar, keluarga saya ditembak kemudian dibakar, hingga ancaman menyantet saya, sebab mereka mengaku memiliki foto saya,” ungkap R.

BACA JUGA :”Gerebek Kantor Pinjol, Puluhan Karyawan Diamankan

Harusnya kata dia, penagih pinjol melakukan penagihan ke nasabah dengan metode baik- baik, sopan serta tidak memberikan ancaman.

Lantaran jengkel karna terus mendapat ancaman, R mengaku tidak ingin melunasi hutang ke pinjol.

“ Kalau nagih ke nasabahnya baik- baik, saya bakal melunasi pinjol, tetapi sebab mengecam saya lebih pilih melawannya,” tegasnya.

BACA JUGA : ”11 Siswa MTS di Ciamis yang Tewas Tenggelam | Ini Kronoligisnya

Lantaran sudah sangat jengkel, R pernah menyuruh sang penagih tiba ke Pangandaran, ataupun dia yang berangkat ke kantornya.

“ Tetapi saya memohon alamat kantor pinjolnya tidak dijawab pula,” pungkasnya.


Sumber: www.harapanrakyat.com


Tag : #Pinjol | #Santet 


Posting Komentar

Terima kasih atas masukannya

Lebih baru Lebih lama